Pages

Tampilkan postingan dengan label TIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIK. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 April 2011

Google Earth

Oleh : Sabrur Rohim, MSI

Google seakan identik dengan inovasi. Setelah sukses besar dengan Google search engine pencari kata di dunia internet, perusahaan yang didirikan oleh dua sahabat Larry Page dan Sergey Brin ini banyak menelurkan produk-produk brilian lainnya. Sebut saja Gmail (program email dengan kapasitas diatas 2 GB), Google Scholar (pencari publikasi ilmiah online), dan terakhir Google Earth (http://earth.google.com).

Google Earth adalah aplikasi yang memberikan kesempatan pada penggunanya untuk mengakses database pencitraan bumi yang didapat dari satelit. Kalau mau jujur, Google sebenarnya tidak membuat sendiri Google Earth namun hanya membeli kerangka dasarnya dengan mengakuisisi Keyhole, sebuah perusahaan digital and satellite image mapping yang mempunyai produk dengan nama yang sama. Tapi kemudian Google dengan brilian mengembangkan Keyhole sehingga bertransformasi menjadi Google Earth saat ini.
Google Earth tersedia dengan 3 jenis pilihan, yaitu versi gratis (free), versi Plus dan versi Pro. Versi Plus dan Pro menyediakan fasilitas pencetakan gambar dengan definisi yang lebih tinggi, interaksi dengan alat penerima GPS (Global Positioning System), serta beberapa kelebihan lainnya dibandingkan dengan versi gratisnya.
Berbeda dengan online map lain yang ada di internet, Google Earth menyajikan tampilan berupa Globe (bola bumi) bumi secara alami persis seperti apa yang dilihat astronaut dari luar atmosfir bumi. Navigasi dapat dilakukan dengan memilih tombol-tombol navigasi, menggerakkan mouse komputer pada layar, atau dengan gerakan mouse wheel.
 
Dengan versi gratis pun, menjelajah dunia dengan Google Earth sangat mengasyikkan dan informatif. Google Earth menyediakan beberapa tempat populer di dunia yang dapat dilihat dengan hanya menekan tombol mouse saja. Dengan sekali double click kita bisa langsung melihat foto udara stadion olimpiade Sydney di Australia dengan detail. Kantor pusat perusahaan Google di California, menjadi contoh kecanggihan detail Google Earth dengan mempertontonkan deretan tenda dan kursi tempat makan siang dan duduk-duduk pegawai Google di halaman belakang kantor.
 
Beberapa lokasi bahkan tersedia gambarnya secara 3 dimensi. Obyek yang ada di lokasi itu dapat kita putar-putar sesuai dengan arah pandang yang kita inginkan. Menara Eiffel di Paris dan Nelson’s Collumn di Travalgar Square London misalnya dapat kita nikmati panoramanya dengan menarik secara 3 dimensi.
Pada beberapa lokasi, Google Earth mampu menyajikan gambar dengan akurasi yang sangat mengagumkan. Pegunungan, gedung-gedung, bahkan sampai kendaraan yang berada di jalan raya dapat dilihat di Google Earth. Sayangnya Google Earth hanya dapat dinikmati oleh pengguna internet dengan kapasitas Broadband (rekomendasi Google adalah kecepatan download 768 kbps ke atas), mengingat besarnya data yang harus ditransfer demi menghasilkan gambar yang mendetail. Akurasi gambarnya untuk Indonesia juga belum sedemikian mendetail seperti gambar yang tersedia untuk kota Singapura misalnya.

Kita juga bisa coba melihat areal Indonesia dengan Google Earth. Kita bisa menjelajahi Indonesia bak pesiar ke seluruh pelosok tanpa perlu melangkahkan kaki sedikitpun.
Dari ketinggian 2950 miles (4764 km) rentang kepulauan Indonesia terlihat menawan. Pulau-pulau besar dan kecil bak mosaik yang menghiasi lautan biru khatulistiwa. Ceruk dan palung dasar laut tampak pula merentang di antara pulau-pulau kita.
Jika kita ingin coba lihat lebih dekat bumi Indonesia dari langit, tinggal gerakkan tombol scroller di mouse yang mengaktifkan gerakan zooming in dan zooming out tampilan di layar Google Earth.
Kota-kota besar dan kecil di Indonesia, sedikit banyak kita telusuri lewat gambar-gambar Google Earth. Surabaya, Sintang, Surakarta, Soroako, Samarinda, sampai Sorong dapat kita jelajahi dengan sekejab.
Lebih jauh, kita bisa mengagumi keanggunan dan keangkuhan gunung-gunung berapi di Indonesia. Mulai dari gunung Kerinci di Jambi, gunung Merapi di Jawa Tengah, Semeru, Bromo di Jawa Timur, gunung Agung di Bali, gunung Rinjani di pulau Lombok, sampai Gunung Tambora di Flores.
Pulau-pulau yang sewaktu sekolah dasar sering diceritakan pada kita oleh guru kelas dapat diintip dengan cepat. Pulau Samosir di tengah danau Toba yang nyaris bersatu dengan daratan di sekelilingnya, pulau Maekor di kepulauan Aru, pulau Matak di laut Cina Selatan, sampai pulau Gag di dekat kota Sorong Papua.
Danau-danau yang mungkin tidak akan pernah mampu kita kunjungi di seantero Indonesia dapat pula dinikmati kecantikannya langsung di layar komputer. Pernahkan anda lihat kecantikan danau Laut Tawar di Aceh? Atau danau Dibaruh, danau Talang, dan danau Diatas di Sumatera Barat? Pernah anda tengok danau Jempang, danau Semajang dan danau Melintang di Kaltim? Danau Manswon dan danau Sobe di kawasan kepala burung Papua? Semuanya bisa kita lihat lewat Google Earth.
Beberapa tempat yang ‘terkenal’ di Indonesia karena kasus-kasus kontroversial dapat kita observasi dari udara. Desa Buyat, Ratatotok, dan teluk Buyat yang pernah ramai dibicarakan tercemar dapat ‘diintip’ dari Google Earth. Kota Dilli, Baucau dan Viqueque di Timor Timur yang pernah mencicipi berada dalam kekuasaan Indonesia dapat pula kita teropong keberadaaannya.
 
Ketajaman detail image pada Google Earth berbeda-beda pada masing-masing daerah. Untuk kota Jakarta saat ini sudah sangat baik detail gambarnya sehingga cukup jelas terlihat gedung-gedung besar, fasilitas umum, dan juga kawasan perumahan. Di tempat lain umumnya hanya terlihat deskripsi umum dari sebuah lokasi, tapi detailnya belum terlihat jelas.
Hijaunya hutan dan perkebunan, coklatnya ladang gundul, dan kelabunya kota-kota besar di Indonesia dapat kita lihat dengan jelas. Imaji yang terlihat dari udara ini dapat diaplikasikan untuk berbagai macam tujuan. Diantaranya untuk tata kota, tata guna lahan, observasi hutan, arkeologi, geologi, sampai pertahanan negara.
Bisa dibayangkan bahwa jika layanan Google Earth yang gratisan ini saja dapat menghasilkan gambar-gambar begitu detail dan menawan, bagaimana image yang dihasilkan oleh satelit mata-mata Amerika atau Israel? Mungkin pemandangan lahan jemuran belakang rumah kita bisa terekam gambarnya di layar monitor komputer mereka.
Namun demikian, kita bisa pikirkan itu nanti.
Selengkapnya

Yahoo!

Oleh : Mu’arif
Alumni Madrasah Wathoniyah Islamiyah (MWI) Petanahan, Kebumen. Alamat: Jl. Bimasakti No. 28/ Blok D Kec. Gondokusuman, Yogyakarta. Telp. 02747862101

Bagi masyarakat perkotaan, terutama yang sudah mengenal teknologi informasi (TI), kata Yahoo sudah tidak terlalu asing lagi. Para pengguna jaringan internet sudah mafhum dengan kata Yahoo. Yaitu nama sebuah program dalam jaringan internet yang berfungsi untuk menelusuri data-data di dunia maya (cyber). Cukup dengan memasukkan kata kunci, keluarlah data-data yang dikehendaki. Bukan hanya terbatas pada data dalam negeri, tetapi seluruh data di seantero jagad ini dalam hitungan waktu itu juga. Itulah kecanggihan Yahoo.
Sebenarnya, apakah arti kata Yahoo? Kata ini agak aneh bagi kalangan yang tidak tersentuh jaringan TI. Tetapi tidak terlalu asing bagi mereka yang sudah terbiasa dengan kecanggihan teknologi, terutama TI. Namun, bukan jaminan bagi mereka yang terbiasa memakai fasilitas internet memahami arti kata Yahoo. Walaupun sudah menjadi nama yang cukup terkenal dalam jaringan dunia cyber, tetapi banyak yang tidak memahami asal-usul kata Yahoo. Di sini, lewat tulisan ini, saya berusaha menelusuri arti kata tersebut.

Kata Yahoo terkait dengan sejarah bangsa Kanaan. Sebuah bangsa yang mendiami kawasan Palestina Selatan sebelum kedatangan umat Islam. Kata Yahoo berasal atau sama dengan kata Yah. Kedua kata ini sama maknanya, yaitu sebuah nama untuk menunjuk nama dewa (tuhan) bagi bangsa Kanaan. Yah berbentuk patung yang menjadi sesembahan bangsa Kanaan. Yah sejajar dengan dewa Ba’al. Oleh Bani Israel (Yahudi), kata Yah atau Yahoo kemudian diadopsi sebagai nama bagi tuhan mereka. Will Durant (1931), seorang sejarawan Yahudi meyakini bahwa Bani Israel adalah bangsa nomaden. Kehidupan yang selalu berpindah-pindah menyebabkan mereka tidak memiliki peradaban. Meskipun mereka memiliki tuhan, tetapi amat kabur dan sulit dipahami. “Para penakluk dari bangsa Israel menganut salah satu tuhan bangsa Kanaan, sehingga mereka mengakumulasikannya ke dalam bentuk tuhan mereka,” demikian pengakuan Will Durant.
Secara kebahasaan, kata Yah atau Yahoo memang sulit dimengerti. Dari mana asal kata Yah, banyak orang yang tidak tahu. Dari kata Yah kemudian lebih masyhur menjadi kata Yahoo. Menurut Abbas Mahmud Al-Aqqad, kata tersebut dimungkinkan merupakan nama suatu benda di alam ini. Atau, bisa jadi, menurut Al-Aqqad, kata Yah berasal dari kata Yahu. Istilah Yahu merupakan sebutan untuk memanggil seseorang yang jauh tak terlihat. Jika dikaitkan dengan ajaran Judaisme, hal ini sesuai dengan ajaran Nabi Musa. Kepada Bani Israel, Nabi Musa selalu mengingatkan agar mengingat Tuhan sebagai tanda bakti kepada-Nya. Caranya cukup hanya dengan isyarat saja. Yaitu isyarat menyebut seseorang yang berada di kejauhan yang tidak terlihat. Kata Yahu adalah isyaratnya. Dahulu, bahasa Ibrani belum mengenal huruf vokal ("e") hingga tahun 500 M. Setelah mengenal huruf vokal tersebut, kata Yahu berubah menjadi Jehovah. Secara harfiah, kata Yahoo atau Jehovah berarti “Raja” atau “Tuhan” (Ahmad Syalabi, 2006).
Ternyata benar klaim bangsa Yahudi-Zionis. Mereka mengklaim telah menguasai dunia lewat jaringan informasi. Buktinya, salah satu nama program pada jaringan internet menggunakan nama tuhan “Jehovah” dalam sejarah mereka. Dan akidah bangsa Yahudi-Zionis telah terkontaminasi dengan ajaran paganisme. Keyakinan terhadap tuhan Jehovah berasal dari keyakinan berhalaisme bangsa Palestina kuno.
Kata Yah, Yahoo, dan Jehovah (Yahweh) adalah sama dalam penelusuran silsilah asal katanya. Padahal, Yahoo adalah program dalam jaringan internet yang banyak dipakai oleh manusia di muka bumi ini. Jumlah pemakainya mungkin puluhan juta, atau bahkan ratusan juta orang. Rupanya benar, dunia telah dikuasai oleh jaringan Yahudi-Zionis. Bahkan nama sebuah program dalam jaringan internet saja menggunakan simbol atau identitas akidah (teologi) mereka. Sederhananya, terdapat proses Yahudisasi lewat jaringan teknologi informasi.
Dari sini, umat Islam mesti sadar. Program Yahudisasi berada di sekitar kita. Ia menempel menjadi nama-nama untuk beberapa produk teknologi canggih. Dan, kebanyakan umat Islam telah tergantung pada produk-produk teknologi canggih itu. Lantas, bagaimana sebaiknya sikap umat terhadap produk-produk Yahudi-Zionis tersebut?
Memang amat sulit menyikapinya. Seandainya hendak memboikot, tentu itu merupakan tindakan yang ceroboh. Bagaimanapun program Yahoo sangat dibutuhkan dalam dunia informasi. Kehadirannya sangat membantu dalam menelusuri dan menyajikan data-data yang sangat lengkap.
Dalam menyikapinya, saya berpendapat, sejauh produk-produk teknologi milik jaringan Yahudi-Zionis tidak membawa kerusakan (mafsadat), maka masih dapat ditolerir. Tetapi, jika produk-produk tersebut tidak memberi manfaat sama sekali, atau cenderung merusak akidah, terutama lewat program-program yang terselubung di dalamnya, maka umat wajib menolaknya.
Selengkapnya

Jumat, 08 April 2011

Mengenal RSS Feed


Pengertian RSS
RSS (Really Simple Syndication) adalah istilah dalam teknologi Internet yang merujuk pada cara men-sindikasi-kan konten sebuah situs web (web syndication). Layanan ini memudahkan pengguna Internet agar selalu dapat mengetahui ringkasan konten terbaru dari situs tertentu tanpa harus terlebih dahulu mengunjungi situs tersebut. Selain itu, RSS yang disediakan sebuah situs dapat digunakan untuk melengkapi konten situs lain.
Layanan RSS disalurkan melalui sebuah file berformat XML yang dapat dibaca oleh publik dengan menggunakan program pembaca RSS yang disebut dengan news aggregator atau feed reader. Beragam program ini dapat di-download secara gratis dari Internet. Program yang diinstal pada PC secara otomatis akan memeriksa file XML yang disediakan situs tertentu secara berkala. Jika informasi terbaru ditemukan, program akan menampilkan judul dan ringkasannya pada PC pengguna, lengkap dengan link yang dapat di-klik untuk membuka halaman web-nya.

Manfaat RSS
1.Mengetahui berita terbaru dengan cepat
2.Kita tidak perlu harus berkunjung ke suatu website pilihan kita setiap harinya untuk mendapatkan informasi
3.Kita bisa diberi tahu mengenai berita terbaru melalui Email, jika kita berlangganan /subscribe

Cara Berlangganan
Sangatlah mudah untuk berlangganan berita, selain gratis, anda juga akan dikabari via Email jika ada berita terbaru.
Caranya :
• Tuliskan email anda pada kota yang sudah disediakan,kemudian tekan tombol Kirim
• Kemudian akan muncul kotak
Masukkan kode huruf/angka yang terdapat dalam kotak abu-abu ke dalam kotak yang sudah disediakan. Kemudian tekan tobol Complete Subscription Request
• Selanjutnya anda tinggal login ke Email yang anda gunakan untuk berlangganan dan klik pada link konfirmasi, jika sudah maka, anda akan rutin dikirim update berita terbaru via Email
Selengkapnya

Selasa, 01 Februari 2011

Sejarah Internet

Sejarah internet dimulai dari jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Daftar kejadian penting dalam sejarah perkembangan internet 1957 > Uni Sovyet (sekarang Rusia) meluncurkan wahana luar angkasa, Sputnik.

1958 > Sebagai buntut dari "kekalahan" Amerika Serikat dalam meluncurkan wahana luar angkasa, dibentuklah sebuah badan di dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Advanced Research Projects Agency (ARPA), yang bertujuan agar Amerika Serikat mampu meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi negara tersebut. Salah satu sasarannya adalah teknologi komputer.
1962 > J.C.R. Licklider menulis sebuah tulisan mengenai sebuah visi di mana komputer-komputer dapat saling dihubungkan antara satu dengan lainnya secara global agar setiap komputer tersebut mampu menawarkan akses terhadap program dan juga data. Di tahun ini juga RAND Corporation memulai riset terhadap ide ini (jaringan komputer terdistribusi), yang ditujukan untuk tujuan militer.

Awal 1960-an > Teori mengenai packet-switching dapat diimplementasikan dalam dunia nyata.

Pertengahan 1960-an > ARPA mengembangkan ARPANET untuk mempromosikan "Cooperative Networking of Time-sharing Computers", dengan hanya empat buah host komputer yang dapat dihubungkan hingga tahun 1969, yakni Stanford Research Institute, University of California, Los Angeles, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah.

1965 > Istilah "Hypertext" dikeluarkan oleh Ted Nelson.
1968 > Jaringan Tymnet dibuat.
1971 > Anggota jaringan ARPANET bertambah menjadi 23 buah node komputer, yang terdiri atas komputer-komputer untuk riset milik pemerintah Amerika Serikat dan universitas.

1972 > Sebuah kelompok kerja yang disebut dengan International Network Working Group (INWG) dibuat untuk meningkatkan teknologi jaringan komputer dan juga membuat standar-standar untuk jaringan komputer, termasuk di antaranya adalah Internet. Pembicara pertama dari organisasi ini adalah Vint Cerf, yang kemudian disebut sebagai "Bapak Internet"

1972-1974 > Beberapa layanan basis data komersial seperti Dialog, SDC Orbit, Lexis, The New York Times DataBank, dan lainnya, mendaftarkan dirinya ke ARPANET melalui jaringan dial-up.

1973 > ARPANET ke luar Amerika Serikat: pada tahun ini, anggota ARPANET bertambah lagi dengan masuknya beberapa universitas di luar Amerika Serikat yakni University College of London dari Inggris dan Royal Radar Establishment di Norwegia.

1974 > Vint Cerf dan Bob Kahn mempublikasikan spesifikasi detail protokol Transmission Control Protocol (TCP) dalam artikel "A Protocol for Packet Network Interconnection".

1974 > Bolt, Beranet & Newman (BBN), pontraktor untuk ARPANET, membuka sebuah versi komersial dari ARPANET yang mereka sebut sebagai Telenet, yang merupakan layanan paket data publik pertama.

1977 > Sudah ada 111 buah komputer yang telah terhubung ke ARPANET.

1978 > Protokol TCP dipecah menjadi dua bagian, yakni Transmission Control Protocol dan Internet Protocol (TCP/IP).

1979 > Grup diskusi Usenet pertama dibuat oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, alumni dari Duke University dan University of North Carolina Amerika Serikat. Setelah itu, penggunaan Usenet pun meningkat secara drastis.
Di tahun ini pula, emoticon diusulkan oleh Kevin McKenzie.

Awal 1980-an > Komputer pribadi (PC) mewabah, dan menjadi bagian dari banyak hidup manusia.
Tahun ini tercatat ARPANET telah memiliki anggota hingga 213 host yang terhubung.
Layanan BITNET (Because It's Time Network) dimulai, dengan menyediakan layanan e-mail, mailing list, dan juga File Transfer Protocol (FTP).
CSNET (Computer Science Network) pun dibangun pada tahun ini oleh para ilmuwan dan pakar pada bidang ilmu komputer dari Purdue University, University of Washington, RAND Corporation, dan BBN, dengan dukungan dari National Science Foundation (NSF). Jaringan ini menyediakan layanan e-mail dan beberapa layanan lainnya kepada para ilmuwan tersebut tanpa harus mengakses ARPANET.

1982 > Istilah "Internet" pertama kali digunakan, dan TCP/IP diadopsi sebagai protokol universal untuk jaringan tersebut.
Name server mulai dikembangkan, sehingga mengizinkan para pengguna agar dapat terhubung kepada sebuah host tanpa harus mengetahui jalur pasti menuju host tersebut.
Tahun ini tercatat ada lebih dari 1000 buah host yang tergabung ke Internet.

1986 > Diperkenalkan sistem nama domain, yang sekarang dikenal dengan DNS(Domain Name System)yang berfungsi untuk menyeragamkan sistem pemberian nama alamat di jaringan komputer
Selengkapnya