Pages

Minggu, 27 Februari 2011

Menengok Pondok Pesantren Maskumambang Gresik Jatim

Ustadz Robbani dan Alm. Ustadz Marjuned sebelum menjadi staff pengajar di MWI Karangduwur pernah mengenyam pendidikan di Ponpes Maskumambang Gresik. Apa dan Apa Pondok Ini sebetulnya ? Mari kita lacak dan kita simak sejarahnya ...

PONDOK PESANTREN MASKUMAMBANG GRESIK
http://www.maskumambang.ac.id/
Visi : Beraqidah Shohihah
Misi : Mengamalkan Aqidah Islamiyah secara murni dan Konsekuen
Menjauhkan diri dari segala bentuk perbuatan syirik dan yang membawa kepada syirik

Visi : Beramal sholeh
Misi :1. Mengerjakan ritual ibadah sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, dan menjauhi amalan- amalan bid’iyah.
2. Menjadikan keseluruhan kehidupan Rasulullah sebagai Uswah Hasanah
3. Menanamkan semangat memperjuangkan izzul islam wal muslimin dalam kerangka mewujudkan kemajuan serta kemuliaan banghsa dalam ridha Allah
Visi : Berilmu Manfaat
Misi :1. Mengklasidikasikan keahlian/profesionalisme kinerja para staf Pemangku Pesantren, para pengelola serta guru Pesantren
2. Mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi
3. Mengutamakan Bahasa Arab dan Inggris sebagai alat untuk memahami literature dalam kedua bahasa tersebut, di samping sebagai alat untuk berkomunikasi
4. Terampil dalam menjalani hidup
Visi : Berakhlaq karimah
Misi :1. Mengupayakan secara sungguh-sungguh terbentuknya pribadi muslim yang memiliki sifat-sifat terpuji
2. Menghindarkan diri dan lingkungan dari sifat-sifat tercela
3. Beradab, sopan dan santun
4. Memberi rasa aman, damai terhadap lingkungan

Sejarah Pon. Pes. Maskumambang
Friday, 14 January 2011 00:00

Pondok Pesantren Maskumambang didirikan pada tahun 1859 M./1281 H. oleh K.H. Abdul Djabbar sebagai usaha beliau untuk mencetak kader-kader da’i yang diharapkan dapat menghapus kepercayaan-kepercayaan masyarakat yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam

Pada awal berdirinya, Pesantren Maskumambang yang terletak di Desa Sembungan Kidul Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik Propinsi Jawa Timur, ( + 40 KM arah barat laut Kota Surabaya ) hanya mendidik masyarakat sekitar Maskumambang, dan itupun terbatas pada pelajaran al-Qur’an dan tafsir,serta fiqih.

Metode yang dipergunakan juga masih terbatas pada metode sorogan, bandongan, dan halaqoh Pada tahun 1907 M. bertepatan dengan tahun 1325 H. K.H. Abdul Djabbar berpulang ke Rahmatullah dalam usia 84 tahun, dan kepemimpinan pesantren diteruskan K.H. Moch. Faqih yang terkenal dengan sebutan Kyai Faqih Maskumambang.

Pada masa kepemimpinan KH. Moch Faqih Pondok Pesantren Maskumambang mengalami perubahan yang cukup berarti. Santri yang datang mengaji tidak hanya berasal dari sekitar Maskumambang, tetapi banyak juga yang berasal dari daerah lain .

Pada tahun 1937 M. bertepatan dengan tahun 1353 H. K.H. Moch. Faqih berpulang ke Rahmatullah dalam usia 80 tahun dan kepemimpinan Pondok Pesantren Maskumambang diteruskan oleh putra beliau yang keempat yaitu KH.Ammar Faqih.

Pada masa kepemimpinan KH.Ammar Faqih, selain sebagai tempat mengaji atau memperdalam ilmu agama lewat pelajaran al-Qur’an, Hadits dan kitab-kitab kuning lainnya, oleh KH. Nadjih Ahjad yang saat itu sudah ikut mengasuh Pesantren Maskumambang,, diselenggarakan pula Madrasah Banat (madrasah putri).

Selain itu Pondok Pesantren Maskumambang juga dijadikan markas para pejuang kemerdekaan dari Gresik, Surabaya dan Lamongan.

Pada hari Selasa malam Rabu tanggal 25 Agustus 1965 M. K.H. Ammar Faqih berpulang ke Rahmatullah. Sebelum berpulang ke Rahmatullah beliau telah menyerahkan kepemimpinan pesantren kepada menantu beliau yang kedua, yaitu K.H. Nadjih Ahjad.

Dalam memimpin pesantren KH.Nadjih Ahjad melakukan pembaruan-pembaruan dalam bidang kelembagaan, organisasi, metode dan sistem pendidikan, kurikulum, serta Bidang sarana / Prasarana..

A. Bidang Kelembagaan
Dalam bidang kelembagaan KH.Nadjih Ahjad merubah sistem pengelolaan pesantren dengan cara mendirikan Yayasan yang mengelola Pendidikan di Pondok Pesantren Maskumkambang bernama Yayasan Kebangkitan Ummat Islam (YKUI).

Dengan didirikannya yayasan ini maka pemisahan antara aset pondok dan aset pribadi dilakukan dengan jelas sehingga memungkinkan pengelolaan keuangan pondok secara lebih transparan dan akuntabel.

B. Bidang Organisasi
Dalam bidang organisasi, KH.Nadih Ahjad membentuk institusi-institusi baru yang diperlukan oleh santri, seperti Kopontren, IPPPM, Perpustakaan, Work Shop, UKS, dan Gugus Depan Pramuka. Beliau juga membentuk institusi-institusi yang dibutuhkan masyarakat luas, seperti : Pengajian Takhassus, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) JAMAAH MASKUMAMBANG (JM), Baitul Maal wat Tamwil (BMT), dan DP3M.

Untuk memudahkan pengorganisasian kegiatan agar menjadi efektif dan efisien, beliau mengangkat para staf pemangku pesantren yang terdiri dari Staf Pemangku pesantren bidang kemadrasahan, bidang non formal, bidang keuangan , bidang pembangunan dan lurah pondok

Adapun tugas para staf pemangku pesantren tersebut adalah :

Staf Kemadrasahan

Bertanggungjawab atas penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di lembaga-lembaga pendidikan formal, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah sampai dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Maskumambang.

Sebagai penanggung Jawab aktifitas pendidikan formal, Staf Kemadrasahan Berupaya mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara melakukan standardisasi pendidikan yang selain mengacu pada standar

Nasional Pendidikan, juga mengacu kepada kebutuhan ilmu pengetahuan lain yang seiring sebangun dengan kemajuan zaman.

Standardisasi yang telah dilaksanakan meliputi :

Standardisasi isi/materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan,kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh siswa/santri pada setiap jenjang pendidikan di lingkunganPondok Pesantren Maskumambang Untuk pelajaran yang menjadi ciri khas Pondok Pesantren Maskumambang,yakni bidang pemahaman Tauhid yang bersih dari syirik dan pehaman ibadah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW., Pemangku Pesantren telah menyusun buku-buku pelajaran berbahasa Arab yang terdiri dari :

- At-Tibyan fi ahkamil ‘Amaliyah (Pelajaran Fiqih)

- At-Tibyan fil ‘Aqa’id (pelajaran Tauhid).

Di samping dilakukan dengan cara menyusun buku-buku pelajaran berbahasa Arab, upaya yang dilakukan oleh pesantren untuk memperdalam penguasaan Bahasa Arab dan Inggris, adalah dengan menyelenggarakan Dauroh Lughowiyah (Bahasa Arab) bagi siswa baru Madrasah Aliyah jurusan Keagamaan dan English Training (Bahasa Inggris) bagi siswa baru MTs dan Madrasah Aliyah jurusan IPA dan IPS.

Dengan demikian Para siswa akan dengan mudah mengikuti pelajaran di kelas yang memakai Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai pengantar Pelajaran.

Standardisasi Proses Pembelajaran pada setiap jenjang pendidikan

Standardisasi Kompetensi Lulusan sebagai pedoman penilain dalam penentuan kelulusan siswa/santri yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Standardisasi Pendidik dan tenaga Kependidikan sebagai pedoman untuk meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan yang ada sehingga benar-benar memiliki kualifikasi, kompetensi dan sertifikasi sesuai dengan bidang tugasnya. Untuk memenuhi standardisasi tersebut, telah dibentuk Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) mulai dari tingkat MI sampai dengan tingkat MA/SMK yang bertugas mengawal serta bertanggungjawab atas kesuksesan siswa meraih prestasi lebih tinggi dari standar ketuntasan belajar minimal , baik untuk ujian Nasional maupun untuk Ujian Maskumambang (UNMAS).

Standardisasi sarana dan prasarana dengan tujuan tersedianya sarana dan prasarana belajar yang memungkinkan berkembangnya potensi siswa secara optimal guna tercapainya tujuan pendidikan di Pondok Pesantren Maskumambang.

Standardisasi Pengelolaan yang berkaitan dengan perencanaan,pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pendidikan pada setiap jenjang pendidikan. tahun.

Standardisasi Penilaian Pendidikan, meliputi penilain hasil belajar oleh guru mata pelajaran, penilaian hasil belajar oleh lembaga pendidikan dan penilaian hasil belajar oleh pemerintah. Di samping itu, Staf Kemadrasahan bersama Kepala Madrasah/Sekolah dan fihak-fihak terkait juga melakukan kegiatan strategis lainnya, misalnya :

Memperkuat jaringan silaturrahim dan kerjasama antara wali murid dan fihak sekolah/Guru untuk mencari solusi terhadap hambatan-hambatan yang ditemui dalam proses pendidikan dan pelatihan.

Melakukan jejaring dengan pemerintah, institusi-institusi swasta, dunia usaha/ industri dengan tujuan untuk penempatan/penyaluran lulusan

Mendirikan forum konsultasi alumni dan bursa kerja khusus (BKK) sebagai media konsultasi studi lanjut, informasi peluang pekerjaan dan lain-lain.

Staf Non Formal

Bertanggungjawab atas pembinaan organisasi pelajar (IPRA/IPRI), pembinaan HAPPMAS dan penyelenggaraan kegiatan di luar lembaga pendidikan formal yang terdiri dari

Pelatihan komputer dan internet
Pelatihan Kader Koperasi
Latihan Kepemimpinan
Latihan Jurnalistik
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)
Majalah Dinding dan Buletin
Olahraga Prestasi dan Bela Diri
Latihan Berpidato dalam
Bahasa Indonesia, Arab, Inggris dam Jawa.
Keterampilan Produktif
Tata Boga
Tata Busana
Sablon
Teater dalam Bahasa Indonesia, Arab dan Inggris
Pramuka
English Conversation Club
Muhadatsah
Pendalaman Agama Islam di luar kurikulum Sekolah

Di samping itu, Staf Non Formal juga bertanggungjawab dalam kegiatan insidentil (kepanitiaan)

Staf Ketatausahaan

Bertanggungjawab atas kelancaran administrasi keuangan Pesantren. Untuk Mengatur Komponen dan besarnya biaya operasional lembaga pendidikan selama satu tahun, Staf Ketatausahaan mengadakan standardisasi pembiayaan.

Staf Pembangunan

Bertanggung jawab membangun, menginventarisir dan memelihara semua aset kekayaan Pesantren baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak., termasuk mempertanggungjawabkan kelancaran/ ketertiban administrasi keuangan pembangunan.

Staf Lurah Pondok

Bertanggung jawab terhadap :

Ketertiban, kelancaran dan keamanan serta kemajuan pendidikan/ pelatihan dalam pondok,baik yang berupa program Madrasah Diniyah maupun kegiatan pengajian lainnya.

mendampingi santri dalam mengaplikasikan nilai nilai agama dalam bentuk prilaku sehari-hari serta membimbing santri dalam memahami bahkan meningkatkan pemahaman dan penalaran pelajaran/materi yang diajarkan di Madrasah/sekolah. Sejak tahun 2006 Pesantren menyediakan program bimbingan khusus serta asrama khusus bagi mahasiswa STIT atau lainnya yang berasal dari luar daerah.

Dalam melaksanakan tugasnya lurah pondok dibantu pengurus asrama putra dan pengurus asrama putri.

Untuk memudahkan kinerja para staf, pemangku pesantren juga mengangkat koordinator staf yang bertugas mengkoordinasikan tugas/kewajiban seluruh staf dan melaporkannya kepada pemangku pesantren.

C. Bidang Kurikulum.

Pembaruan dalam bidang kurikulum dilakukan dengan cara memadukan antara inti pelajaran pesantren yang meliputi Tauhid, Fiqih dan Bahasa dengan kurikulum Nasional serta penambahan pelajaran ketrampilan hidup (life skills) dan olahraga prestasi.

Dengan demikian maka kurikulum pendidikan di Pondok Pesantren Maskumambang mencakup semua kegiatan dalam berbagai bentuknya yang dilaksanakan dengan maksud untuk mencapai tujuan Pondok Pesantren Maskumambang

D. Bidang Metode dan Sistem Pendidikan

Pada bidang Metode dan Sistem Pendidikan, KH.Nadjih Ahjad mulai memperkenalkan sistem pendidikan formal berbentuk Madrasah, sehingga di samping sistem wetonan,bandongan dan sorogan sebagaimana lazimnya di pesantren tradisional, di Pondok Pesantren Maskumambang dilaksanakan pula Madrasah Berjenjang dari tingkat Ibtidaiyah sampai dengan Aliyah. Bahkan Pondok Pesantren Maskumambang juga memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (STM dan SMEA) dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT).

E. Bidang Sarana/Prasarana

Pembaharuan dalam bidang sarana/prasarana mendapat perhatian serius pada masa kepemimpinan KH.Nadjih Ahjad karena ketika beliau mulai memimpin Pondok Pesantren Maskumambang pada tahun 1965, Pesantren baru memiliki surau dan beberapa kamar saja.

Padahal idealnya sebuah lembaga pendidikan harus memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, dan ruang-ruang lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

Juga harus memiliki sarana yang meliputi perabot,peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya yang juga sangat dibutuhkan dalam menunjang proses pembelajaran.

Saat ini,sarana/prasarana pendidikan yang dibutuhkan sebagian besar telah terpenuhi. Sekalipun demikian, penambahan dan renovasi terus dilakukan sejalan dengan tuntutan zaman.

Sarana penunjang pendidikan yang ada di Pesantren Maskumambang terdiri dari :
Ruang –ruang belajar yang representatif.
Perpustakaan putra, putri, dan perpustakaan kampus.
Laboratorium IPA
Biologi
Fisika
Kimia

Ruang Audio Visual dengan Media Pembelajaran Modern, seperti : Televisi, VCD, OHP, Laptop dan LCD Proyektor

Computer Center yang terdiri dari ;
Laboratorium Komputer
Laboratorium rancancang bangun komputer dan jaringan (LAN)
Laboratorium multi media
Laboratorium rekayasa
Perangkat lunak
Internet Center

Bengkel Vocational Skill
a. Bengkel Otomotif roda dua
b. Bengkel Otomotif roda empat
c. Bengkel las
d. Bengkel bubut
e. Bengkel Tata Boga
f. Bengkel Tata Busana
g. Bengkel/Laboratorium penjualan

(Khusus SMK Maskumambang 2/SMEA)
yang dilengkapi dengan cash register dan kalkulator print

Sarana Olahraga :
a. Lapangan basket
b. Lapangan volley ball
c. Lapangan footsal
d. Meja ping-pong
e. Lapangan bulutangkis

Masjid
Aula
Kantin
Asrama putra
Asrama putri

MA'HAD 'ALY (PERGURUAN TINGGI)
Profil Ma'had 'Aly PDF Print E-mail
Written by Administrator
Monday, 11 August 2008 04:22

IDENTITAS

MA'HAD 'ALY ILMU SYARI'AH DAN TARBIYAH
PONDOK PESANTREN MASKUMAMBANG
DUKUN GRESIK JAWA TIMUR

1. Nama : Ma'had 'Aly Ilmu Syari'ah Dan Tarbiyah

1. Nama Mudir Ma'had : Drs. H. Masyhud Bahri

1. No Tanggal SK Mudir : 017/D/S.YKUI/IX/2005

1. Pejabat yang mengangkat : Sekretaris Yayasan Kebangkitan Ummat Islam

1. Alamat Ma'had : Sembungankidul Kecamatan Dukun

Kabupaten Gresik Jawa Timur

a. No Telpon : (031) 3949736, 3941757

b. No Fax : (031) 3941757

c. Kode Pos : 61155

d. Website : www.maskumambang.ac.id

6. Tahun Berdiri : 2005

7. Lembaga Yang Meresmikan : Yayasan Kebangkitan Ummat Islam (YKUI)

Pondok Pesantren Maskumambang

8. Daya Listrik : 2200 watt

Latar Belakang

Pondok Pesantren Maskumambang Dukun Gresik adalah salah satu pondok pesantren tertua di Indonesia yang didirikan pada tahun 1859 M./1281 H. oleh KH. Abdul Djabbar sebagai usaha beliau untuk mencetak kader-kader da'i yang diharapkan dapat mengahapus kepercayaan-kepercayaan masyarakat yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Meski dalam perjalanannya mengalami pasang surut, akan tetapi sampai saat ini Pondok Pesantren Maskumambang masih berkomitmen dalam mencetak kader-kader da'i yang diharapkan dapat berda'wah ditengah-tengah masyarakat sesuai dengan manhaj Rasulullah SAW.



Salah satu upaya untuk meningkatkan program tersebut adalah dengan didirikannya Ma'had 'Aly Ilmu Syari'ah dan Tarbiyah Pondok Pesantren Maskumambang pada tahun 2005. Dengan Ma'had 'Aly ini diharapakan sedikit banyak dapat mengatasi problematika da'wah tersebut diatas, yaitu dengan menyiapkan da'i dan mubaligh yang mempunyai kafaah tarbawiyah dan syari'ah dalam rangka membimbing ummat menuju jalan yang diridhoi Allah SWT.

Dasar Pemikiran

a. Firman Allah SWT.

وَمَاكَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَآفَةً فَلَوْلاَ نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِنهُمْ طَآئِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ {122}

"Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu'min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapaorang untuk memperdalam pengatahuan mereka tentang agama dan utnutk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadaanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya". (QS. At-Taubah:122)

b. Sada Rasulullah SAW.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن الله لا يقبض العلم انتزاعا ينتزعه من العباد ولكنّ يقبض العلم بقبض العلماء حتّى إذا لم يبق عالما اتخذ الناس رؤساء جهالا فسألوا فسأفتوا بغير علم فضلّوا وأضلّوا . (رواه أحمد والبخاري والترممذى وابن ماجه)

"Sesungguhnya Allah Tidak mengambil ilmu dengan mengangkatnya dari hamba, akan tetapi mengambil ilmu dengan kamatian para ulama'. Sehingga apabila tidak terdapat orang alim, manusia kan menjadikan pemimpin-pemimpin yang bodoh, maka jika meraka bertanya maka mereka (para peminpin itu) akan menjawab tidak berdasarkan ilmu, maka (jawabannya) akan sesat dan menyesatkan ". (HR. Ahmad, Bukhori, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Visi Misi

Visi Ma'had 'Aly Ilmu Syari'ah dan Tarbiyah Pondok Pesantren Maskumambang adalah :

Ber’aqidah Shohihah, Beramal Sholeh, Berilmu Manfa’at, dan Berakhlaq Karimah.

Misi Ma'had 'Aly

a. Mengamalkan aqidah islamiyah secara utuh, murni dan konsekwen dengan menjauhkan diri dari perbuatan syirik atau yang membawa kepada syirik.

b. Melaksanakan Ibadah sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah dan menjadikan keseluruhan kehidupan Rasulullah sebagai uswah hasanah

c. Menanamkan sengat memperjuangkan izzul Islam wal muslimin dan mampu memahami kutub at-Turots. Serta terampil dalam menjalani kehidupan bermu'amalah.

d. Mengupayakan secara sungguh-sungguh terbentuknya pribadi muslim yang memiliki sifat-sifat terpuji.

Tujuan

a. Menyiapkan Guru, Da'i atau Mubaligh yang berkemampuan memadai dalam membaca, memahami kutub At-Turots dibidang Aqidah, Syari'ah, Sirah Nabawiyah dan Akhlaq

b. Memenuhi kebutuhan Guru, Da'i atau Mubaligh yang mempunyai kafaah tarbawiyah dan syari'ah dalam rangka merespon keinginan para alumni dan masyarakat luas.

c. Menyiapkan Guru, Da'i atau Mubaligh yang diakui secara akademik sehingga menungkinkan untuk melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Program Study

Program Study dan Ma'had 'Aly Ilmu Syari'ah Dan Tarbiyah Pondok Pesantren Maskumambang adalah selama 4 (empat) tahun atau 8 semester dalam 4 marhalah (tahap) sebagai berikut :

1. Marhalah Tamhidiyah (Tahap Permulaan)

Target :

Marhalah ini diharapkan mahasantri mampu mengusai bahasa arab dan ilmu alat untuk membaca Kutub At-Turots. Seperti; Ilmu Nahwu, Ilmu Shorof, Ilmu Balghoh dll.

2. Marhalah Mutawashithoh (Tahap Pengembangan)

Target :

Pada marhalah ini diharapkan mahasantri sudah mampu membaca mengembangkan pemikiran dari Kutub At-Turots yang telah dipeljarinya.

3. Marhalah Mutaqoddimah (Tahap Pengembangan Lanjutan)

Target :

Pada marhalah ini diharapkan mahasantri telah mampu memahami beberapa Kutub at-Turotssecara benar dan mengaplikasikannya dilapangan.

4. Marhalah Tandlij wat Tathbiq (Tahap Pematangan, Praktek dan Pelepasan)

Target :
Pada Marhalah ini diharapkan mahasantri sudah dapat diterjunkan di medan da'wah (Sesuai dengan kebutuhan umat).

0 komentar:

Poskan Komentar