Pages

Jumat, 18 Februari 2011

Vallentine Days ...


Hukum Merayakan Hari Valentine

Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi
hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti
berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikiran. Apalagi bila
mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi'ar dan kebiasaan. Padahal
Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam telah melarang untuk mengikuti
tata cara peribadatan selain Islam, artinya,
"Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut."
(HR. At-Tirmidzi).

Valentine's Day adalah salah satu contoh hari besar di luar Islam yang
pada hari itu sebagian kaum muslimin ikut memperingatinya, terutama
kalangan ramaja dan pemuda. Padahal Valentine -menurut salah satu
versi sebuah ensiklopedi- adalah nama pendeta St. Valentine yang
dihukum mati karena menentang Kaisar Claudius II yang merlarang
pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu kiranya perlu
dijelaskan kepada kaum muslimin mengenai hukum merayakan hari
Valentine atau yang sering disebut sebagai hari kasih sayang.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, "Memberikan ucapan selamat terhadap
acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati
bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya
dan puasa mereka, dengan mengucapkan, "Selamat hari raya!" dan
sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada
kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia
telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah
subhanahu wata'ala. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di
sisi Allah subhanahu wata'ala dan lebih dimurkai dari pada memberi
selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang
terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan
tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas
perbuatan maksiat, bid'ah atau kekufuran. Padahal dengan itu ia telah
menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah
subhanahu wata'ala."

Abu Waqid meriwayatkan, "Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam saat
keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik
orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya
mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para
sahabat Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam berkata, "Wahai
Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka
mempunyai Dzaatu Anwaath." Maka Rasulullah bersabda, "Maha Suci Allah,
ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, 'Buatkan untuk kami tuhan
sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.' Demi Dzat yang jiwaku di
tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang
ada sebelum kalian." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).

Syaikh Muhammad al-Utsaimin ketika ditanya tentang Valentine's Day
mengatakan, "Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena alasan
berikut:
Pertama; ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya
di dalam syari'at Islam.
Kedua; ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan
seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih
(pendahulu kita) -semoga Allah meridhai mereka-. Maka tidak halal
melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan,
minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya.
Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi
orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah
subhanahu wata'ala melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian
hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita
semua dengan bimbingan-Nya."

Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat
syahadat untuk melaksanakan wala' dan bara' (loyalitas kepada muslimin
dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah
yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang
mu'min dan membenci dan menyelisihi orang-orang kafir dalam ibadah dan
perilaku.

Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan
ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak
buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak
jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang
muslim dalam setiap raka'at shalatnya telah membaca ayat,artinya,
"Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang
telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka
yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (Al-Fatihah:6-7)

Bagaimana mungkin ia memohon kepada Allah subhanahu wata'ala agar
ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan
darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia
sendiri justru menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.

Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka
akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan
keterikatan hati. Allah subhanahu wata'ala telah berfirman, yang artinya,
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang
yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka
adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu
mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu
termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk
kepada orang-orang yang zhalim." (al-Maidah:51)

Di dalam ayat lainnya, artinya,
"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan
hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang
Allah dan Rasul-Nya." (Al-Mujadilah:22 )

Ada seorang gadis mengatakan bahwa ia tidak mengikuti keyakinan
mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan
makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.

Saudaraku!! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan
ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai
ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan
pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan
mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.

Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi
lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang
batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat
ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.

Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu
semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di
antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan
yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu
kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara,
suami dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang
dirayakan oleh orang-orang kafir.

Semoga Allah subhanahu wata'ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh
dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan
untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi
yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah
menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan
dalam hadits qudsi, Allah subhanahu wata'ala berfirman yang artinya,
"Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku,
yang saling berkorban karena Aku dan yang saling mengunjungi karena
Aku." (HR. Ahmad).(fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
* Seorang muslim dilarang untuk meniru-niru kebiasan orang-orang
di luar Islam, apalagi jika yang ditiru adalah sesuatu yang berkaitan
dengan keyakinan, pemikiran dan adat kebiasaan mereka.
* Bahwa mengucapkan selamat terhadap acara kekufuran adalah lebih
besar dosanya dari pada mengucapkan selamat kepada kemaksiatan seperti
meminum minuman keras dan sebagainy.a
* Haram hukumnya umat Islam ikut merayakan Hari Raya orang-orang
di luar Islam.
* Valentine's Day adalah Hari Raya di luar Islam untuk
memperingati pendeta St. Valentin yang dihukum mati karena menentang
Kaisar yang melarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu
tidak boleh ummat Islam memperingati hari Valentin's tersebut.

http://www.mail-archive.com/assunnah@yahoogroups.com/msg01566.html
------------------------------------------------------------------------------------
Valentine’s Day | Hari Kasih Sayang
Posted by Yulis on January 9th, 2011
valentine_day

Hari kasih sayang atau Hari Valentine [Valentine's Day], yang jatuh pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya adalah hari yang tepat untuk mengungkapkan rasa sayang dan cinta seseorang terhadap seseorang yang membuat cinta itu hadir. Yah, begitulah yang terjadi di Dunia Barat! Dan di Indonesia Hari Valentine sudah sangat mewabah sampai pelosok tanah air. Namun, tidak banyak yang mengetahui asal muasal mengapa dan bagaimana Sejarah Valentine itu sehingga menjadi hari yang sangat special untuk mereka-mereka yang sedang dilanda cinta.

Hari kasih sayang atau Hari Valentine diasosiasikan oleh para pecinta dengan saling bertukar dalam simbol modern seperti misalnya coklat berbentuk hati, bunga mawar berbentuk hati, kartu berbentuk hati, gambar-gambar cupid bersayap, dan lain sebagainya. Di Amerika, Hari Valentine merupakan hari raya terbesar kedua setelah hari Natal. Dan diperkirakan sekitar 85%, kaum wanitalah yang paling dominan membeli kartu-kartu valentine.

Sebuah kencan pada Hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah hubungan serius. Sebenarnya Hari Valentine itu merupakan Hari Percintaan, bukan hanya kepada pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.

Di Amerika Serikat, Hari Valentine diasosiasikan dengan ucapan umum CINTA PLATONIK; “Happy Valentine’s”, yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, teman pria kepada teman prianya, dan teman wanita kepada teman wanitanya. Cinta platonik adalah sebuah istilah yang dipakai untuk menyebut sebuah relasi yang sangat afektif, tetapi di mana unsur-unsur rasa ketertarikan secara seksual tidak terdapat, terutama apabila hal ini justru malahan diperkirakan ada.

SEJARAH VALENTINE DAY MENURUT ISLAM > Valentine sebenarnya adalah seorang martyr [dalam Islam disebut 'Syuhada'] yang karena kesalahan dan bersifat ‘dermawan’ maka dia diberi gelar Saint atau Santo.

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya dengan penguasa Romawi pada waktu itu Raja Claudius II [268 - 270 M]. St. Valentine dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan hidup, oleh sebab itu para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai ‘upacara keagamaan’.

Tetapi sejak abad 16 M, upacara keagamaan tersebut mulai berangsur-angsur menghilang dan berubah menjadi perayaan bukan keagamaan. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani, pesta ‘supercalis’ kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai hari kasih sayang juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu kasih sayang itu mulai bersemi – Bagai Burung Jantan & Betina – pada tanggal 14 Februari.

Ungkapan Cinta HARI VALENTINE
Aku akan menjadi apa saja yang engkau inginkan kekasihku

Jika badai memisahkan kita di rumput tinggi samudera
Ombak-ombak akan menyatukan kita di pantai yang tenang

Aku akan selalu tahu apa yang kau ketahui kekasihku
Sehingga kita akan terus berjalan dan bercakap-cakap bersama-sama

Apakah engkau masih ingat suatu masa
Ketika aku mengucapkan selamat tinggal
Dengan ciuman intim yang kau daratkan di bibirku?

Engkau adalah teman jiwaku
Yang hilang setengah dariku
Yang dipisahkan saat ditetapkan

Ketika aku memikirkan dirimu
Hidup ini menjadi lebih baik
Lebih mulia dan jauh lebih indah
Saat ku cium kedua tanganmu
Ku berkati diriku sendiri

Jiwaku tidak mendamba perpisahan
Sebab engkau adalah bagian dari diriku
Mataku tak pernah jenuh memandangmu
Sebab engkau adalah cahaya bagiku

Mendekatlah padaku
Ayo ke sini
Mendekatlah kekasihku
Datanglah di sampingku
Dan biarkanlah aku mengobati rasa rinduku padamu

*Nada-nada Cinta Kahlil Gibran*
http://www.yulissamoa.com/puisi-kata-kata-cinta-valentine-day

0 komentar:

Poskan Komentar